Friday, March 28, 2008

All Round

Pagi ini kita meras betul manfaat pelajaran di SMP dulu betul-betul nggak kita sukai. Paling sebel pelajaran musik. Abis, nggak cuma teori tapi juga praktik bikin tangga nada dengan bermacam-macam kunci, nyanyi bahasa Latin sampe maenin alat musik. Tapi yah… alat musik anak sekolahan zaman dulu kan hanya pianika suling plastik. Ya ampun, itu aja kita lupa namanya. Ujian akhirnya pilih lagu kebangsaan terus diubah nada dasarnya. Apa nggak puyeng tujuh keliling. Gak cukup hanya itu, musti dihias ditempel di karton tebal. Kalo ini kita gatot, lhah nggak ada bisa musik di keluargaku. Babe bisanya megang suntikan, nyak bisanya jahit, ha…ha…ha…


Pagi ini Jessie kebingungan ngerjain peer les pianonya. Dia diminta bikin nada ¼ nada 1/8 sebanyak 5 soal. Bingunglah dia. Di sini nih kita ngerasa manfaat dulu pernah belajar musik beneran di sekolah. Jadi, kita ajak dia lihat lagi apa diterangin sama guru lesnya, terus kita ajarin deh gimana ngeletakin tuh toge-toge pake bendera.


Wualah, jadi ibu nih butuh upgrading terus. Kalo nggak abis anggaran belanja buat les ini itu. Terus, anaknya juga gak pede, kalo pas nggak ngerti di pelajaran nyaknya cuman lola lolo gak ngerti apa-apa. Bukan cuman musik kita harus menggali ingatan, tapi juga belajar tulisan mandarin/ hanzi. Nah, ini kita sangat terbantu dengan les mandarin untuk ortu murid diselenggar sekolah anakku. Jadi, kita ngerti basicnya gimana urut-urutan nulis satu karakter/ hanzi nya. Kalo nggak? Babak belur deh si Jessie


Itu bagian pelajaran. Bagian olahraga kayak mukul bola kasti, maen basket ato maen biliar dll.nya, urusan bapaknya deh. Jadi adil pembagiannya, kalo nggak bisa kecetit nih. Ha…ha…ha…

Thursday, March 27, 2008

Souvenir Besek Mini (BS01)

Besek mini anyaman bambu, bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Sebagai souvenir bisa diisi dengan potpouri, bunga, lilin, aromatherapy, dll. Tersedia ukuran 7x7x4 cm.Warna yang tersedia beragam pink, merah maroon, orange, hijau tosca, hijau, kuning, natural. Unik dan cantik. Souvenir ini bisa dihias dengan payet-payet sesuai permintaan dengan harga yang disesuaikan dengan budget anda.Tersedia

Menanamkan Imej Positif



Mama
: Dellynn can...?
Dellynn: cik...
Mama: Dellynn pin...?
Dellynn: caayy...

*well, some of you said it as narcism, but we keep the title =D=D*

Wisata Kuliner ala Tegal

Pertama kali yang ada di benak orang kalo dengar kata Tegal yang terlintas langsung Warteg. Yup, warteg alias Warung Tegal memang bertebaran dimana-mana. Icon warung murah meriah memang melekat pada Warteg.

Kali ini bukan mau membahas tentang Warteg tetapi makanan-makanan khas Tegal. Ada beberapa makanan yang sayang untuk dilewatkan jika anda berkunjung ke Tegal, sebut saja Sauto, Sate Kambing, Kupat Bongkok dan Kupat Glabed.

Sauto
Pada dasarnya makanan ini mirip dengan soto, dilihat dari isinya ada ayam/jeroan(babat) dan tauge (kecambah kacang hijau). Walaupun kedengarannya mirip dengan Soto, yang membedakan antara sauto dengan soto adalah bumbunya. Sauto memakai tauco (kedelai yang diragi) sebagai bumbu utamanya. Memang jika orang yang baru mencoba rasanya agak sedikit aneh, perpaduan antara manis dan sedikit asam. Sebagai pelengkap diatas sajian Sauto ditambah dengan potongan daun bawang dan taburan bawang goreng yang menggugah selera.

Tempat makan Sauto yang biasa dikunjungi adalah di daerah Pasar Senggol (dekat masjid Agung Kota Tegal) dan Warung Sedap Malam di daerah Talang. Porsinya yang satu mangkok kecil mungkin kurang begitu nendang.

Sate Kambing
Sate dari daerah Tegal berbahan dasar daging kambing muda yang dipotong dadu. Potongan ini disusun pada tusuk yang terbuat dari bambu atau tulang daun kelapa(lidi) dikombinasikan dengan lemak (gajih) dan hati. Biasanya satu tusuk sate terdiri dari satu hati (diletakkan di paling belakang), tiga potong daging dan dua gajih/lemak (yang diletakkan di tengah-tengah) Kemudian daging sate dibakar di atas bara arang kayu atau arang batok kelapa sampai matang. Sate Tegal biasa dihidangkan dengan bumbu sambal kecap yang terdiri dari kecap manis, cabai rawit, bawang merah dan tomat. Di Tegal sate dijual dengan satuan kodi (=20 tusuk sate).

Kupat Bongkok
Jangan membayangkan jika penjual kupat yang satu ini adalah orang yang Bongkok. Nama Bongkok diambil dari nama desa asal resep kupat ini berasal. Makanan dengan bahan dasar ketupat ini disuguhkan dengan tauge, sayur tempe dan sambal yang berisi krupuk mi. Untuk sentuhan akhirnya ditambahkan dengan kecap manis di atasnya.




Kupat Glabed

Kupat dengan sayur kuning plus potongan tempe kecil memang menjadi makanan yang memikat untuk dicoba karena warna kuningnya yang menawan serta kekentalan kuahnya. Glabed dalam bahasa Tegal berarti kental. Pelengkap makanan ini adalah sate kerang
(bukur) atau pun sate kikil yang dibumbu pedas. Penjual Kupat Glabed khas Randugunting ini biasa ditemui di alun-alun Tegal.




Tahu Aci

Tahu ini berasal dari tahu kuning yang dipotong diagonal hingga berbentuk segitiga, kemudian bekas potongannya ditutup dengan aci (sejenis tepung) yang dibumbui dengan kocai. Kemudian digoreng dalam minyak yang panas.
Makanan camilan ini paling pas digunakan sebagai teman minum teh manis.



Tahu Pletok

Berbeda dengan tahu aci, tahu pletok komposisi acinya lebih banyak. Tahu pletok digoreng lebih lama sehingga lebih garing dan renyah.

Tertarik untuk mencicipinya? Bertandang saja ke Tegal.

Little Wonders

Let it go, let it roll right off your shoulder,
Don't you know, the hardest part is over, let it in,
Let your clarity define you in the end,
You will only just remember how it feels.

Our lives are made, in these small hours, these little wonders
These twisted turns of fate, time falls away,
But these small hours, these small hours, still remain.

Let it slide, let your troubles fall behind you, let it shine,
Till you feel it all around you,
And I don't mind, if it's me you need to turn to, we'll get by,
It's the heart that really matters in the end.

Our lives are made, in these small hours, these little wonders
These twisted turns of fate, time falls away,
But these small hours, these small hours, still remain.
All of my regret, will wash away somehow,
But I cannot forget the way I feel right now.
In these small hours, these little wonders, these twisted turns of fate,
All these twisted turns of fate, these twisted turns of fate
Yeah, times falls away
But these small hours, these small hours, still remain.
They still remain, these little wonders, all these twisted turns of fate
time falls away, but these small hours, these little wonders
Still remain.

*Rob Thomas*

Friday, March 21, 2008

Diaper Rash, home treatment

Diaper rash, atau ruam popok...ngga bahaya tapi mengganggu...banget.
Buat anak, dan buat orang tuanya.

Anak:
- rewel karena gatel.
- susah tidur, gelisah.
- garuk-garuk, bisa sampe baret dan berdarah-darah kalo langsung kegaruk ditempat yang ruam.

Orang tua:
- Gelisah, ngga tenang...apalagi kalau sudah ditreatment, tapi ngga sembuh-sembuh sampai lama.
- Ikut spaneng kalo anak lagi rewel karena gatel.
- Makin khawatir kalo ruam sampe kegaruk, baret, dan berdarah.

*efeknya diliat-liat kok muter-muter aja yah? hihihi, wes mbuh, begitulah yang saya alami =D*


Berdasarkan pengalaman saya:

Darris:
- Penyebab yang dicurigai: tidak ada.
- Kena waktu dalam proses toilet training, usia dua tahun lebih.
- Bentuk ruam melingkar, diameter sekitar 2cm. Dibagian tepi ruam ada merintis kecil-kecil.

Dellynn:
- Penyebab yang dicurigai: ganti diaper dari merek EQ ke merek MP. Merek yang terakhir, untuk ukuran yang sama, ternyata lebih tebal. Jadi lebih sedikit ruang udara, dan otomatis lebih besar kemungkinan terjadi gesekan-gesekan diaper dengan kulit basah.
- Kena waktu usia 14-15 bulan *saya belum memulai toilet training dengan serius sebelum anak 18 bulan*.
- Bentuk ruam mirip ruam Darris, tapi melebar dengan cepat sampai selakangan.


Penanganan:

Darris:
- Dikasih zwitsal baby cream with zinc ngga mempan.
- Ke DSA, dapet berbagai obat, termasuk antibiotik oles dan steroid, ngga sembuh.
- Ke dokter umum langganan, 2 minggu sembuh setelah obat dari DSA ditambah sedikit anti-histamin untuk ngurangin gatalnya.

Dellynn:
- Dikasih zwitsal baby cream with zinc ngga mempan.
- Kembali ke diaper lama, EQ, ngga mempan. Padahal dari jaman lewat newborn udah pake itu.
- Beli diaper paling bagus, tipis, Pampers, ngga mempan.
- Ke DSA, dapet Myco-Z, sampai habis masi ngga mempan.
- Ngga terlihat pola, membaiknya kudu digimanain. Maksudnya, kalo ada pola bisa diikutin step-stepnya supaya cepet baikan. Lha ini kadang diterapi A, membaik, diterusin ampe besoknya, parah lagi...pyuuhh
- Kemungkinan besar cara paling afdol adalah ngga pakai diaper sama sekali untuk jangka waktu tertentu *baca: seminggu dua minggu, sampai sembuh. Masalahnya saya di rumah ngga ada asisten sama sekali. Soal cucian bekas ompol yang menumpuk, masi teratasi mesin cuci. Tapi repotnya ngepel, cebokin, belum lagi kalo pup di celana, kan harus ekstra usaha tuh handlenya...fiuhh... Sudah pernah dicoba, walhasil 3 jam setelah mandi pagi, udah ganti celana 6x...baca: gempor. Makanya, saya cari alternatif treatment lain aja deh...
- Coba googling lagi, baca-baca, tanya kiri kanan...akhirnya coba cara: 'pakai diaper satu nomer lebih besar'. Karena ngga berani ambil resiko pake diaper EQ walopun yang L, akhirnya belinya Pampers L...*phiuhh untung lagi promo waktu itu. Dan cihuyy, akhirnya bener-bener keliatan hasilnya =) *sambil tetep dibalur zwitsal zinc...


Hasil:

Darris:
- Karena gatal bisa diatasi, Darris bisa lepas diaper, ruam cepet kering, dan sejak itu bisa ngga pake diaper lagi.

Dellynn:
- Belum sembuh sempurna, tapi sudah sangat banyak berkurang. Kadang sambil diterapi immunity, balik ke diaper M, tapi sama sekali ngga balik ke merek MP. Palingan antara EQ sama pampers. Hasilnya emang ngga separah waktu masi pake MP, sih.

*note:
Penanganan rash Dellynn memang jauh lebih lama dari Darris. Karena kali ini saya bertekad menghindari obat-obat salep antibiotik dan steroid, yang sebetulnya waktu Darris pun dipertanyakan keampuhannya. Saat Darris juga sangat dimudahkan oleh situasi dan kondisi, dimana anak sudah dalam proses toilet training, dan di rumah banyak yang membantu mengasuh.

Semoga pengalaman saya dapat membantu siapa saja yang sedang mengalami hal yang sama.

Tuesday, March 18, 2008

Berjuta Tanya

Tadi pagi kita kelimpungan ke sana ke mari dalam rangka orderan kaos. Nah, pas kita abis dari tempat supplier kaos, di jalan kita melihat sesosok tubuh rasa-rasanya tak asing lagi. Kita deketin pelan-pelan, ternyata betul itu si pak tua sering kita temui di gereja.


“Oom. Ini Mariani. Ayo naek yuk, sama-sama aja.”

“Lho, kamu dari mana, koq bisa nyampe sini?” (daerah itu emang jauh banget, kayak tempat jin buang anak, saking jauhnya)

“Iya, abis ambil kain. Oom darimana?”

“Kita kan bikin peyeknya di sini, di tempat pembantuku.”

Lalu kita dia ngobrol sambil kita anterin dia pulang. Ceritalah dia kalo dia ditipu orang saat menjual rumahnya. Sekarang masih nempatin rumah itu, tapi nggak tau nasibnya gimana.


Aduh, kita jadi ngenes. Emang sih, kita sering liat dia entah kenapa kita merasa ada menarikku supaya sedapat mungkin mengajaknya bicara. Pertama kali dia ngasih kartu nama, sejak itu kita mengenal namanya. Lalu dia minta kita maen ke rumahnya, kala itu istrinya udah meninggal. Karena kesibukanku bejibun, dia sedikit terabaikan, alias kalo ketemu hanya selambaian senyum, nggak ngobrol.


Beberapa kali sempet juga sih ngobrol, tapi nggak sampe dalem karena keterbatasan waktu. Anaknya cuma satu, beberapa taon di atasku. Jadi, untuk mengisi kala dia ke luar kota saban minggu untuk masarin peyeknya. Mungkin gara-gara kecanduan chicken soup sejenisnya, kita jadi gampang trenyuh kalo liat orang-orang seperti ini.


Ke mana dia mau menumpahkan isi hatinya? Logikanya sih kudunya sama anaknya, tapi anak zaman sekarang kan bukan hanya ngurusin ortunya aja, juga musti urus keluarganya sendiri? Gimana kalo ada apa-apa sama tubuh tua rentanya? Siapa menolongnya di jalan? Gimana kalo dia lapar tapi gak ada uang gak ada orang dikenalnya? Siapa mengingatkannya untuk menjaga kesehatan? Gimana kalo dia kangen anak cucunya? masih banyak Tanya kadang-kadang suddenly muncul di hadapanku kalo kita ketemu beliau.


Kalo udah gini, rasa-rasanya rumah jompo jadi jawaban tepat. kita maksud bukan rumah jompo untuk orang tua udah nggak bisa apa-apa lagi, tinggal tunggu waktu. Tapi, rumah jompo untuk orang tua masih beraktivitas kayak pak tua itu. Kan mendingan gitu daripada diem-diem tau-tau pikun. Mungkin di rumah itu disedi permainan, klub maen kartu, klub berkebun, klub membuat kompos, or sejenisnya. penting bisa curhat, terawat, hidup teratur, pikiran anak juga tenang. Hari Minggu tinggal diajak jalan-jalan or anak cucu ngendon di suitenya untuk ngobrol ngalor ngidul.


Simple nggak? Simpel banget, simpelnya seduniaaa.., tapi it takes a huge amount of money! Boleh ngitung sendiri sampe sedetil-detilnya lihat jumlahnya. Cara sederhana kepikir sama kita kalo nemuin orang- orang tua begini adalah mengajaknya bicara. Dengerin aja apa mereka sampaikan, nanti perasaannya bisa agak sedikit lega. Waktunya? Ya memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan muncul begitu ketemu mereka. Abis, mau gimana lagi? Nonsens lhah kalo mau mengunjungi. O iya, satu lagi, mengingat mereka di dalam doa-doa kita panjatkan. Sometimes they really need a support in facing life’s difficulties. We can do it by praying for them.

Search This Blog