Manfaatnya sangat terasa kalo suami dinas luar
Saturday, July 26, 2008
Mommy Mandiri
Tuesday, July 22, 2008
Kenangan 2 tahun lalu
Kemampuannya dalam bidang bahasa sungguh luar biasa, tetapi di bidang olahraga…., butuh kesabaran! Karena gangguan asmanya, kami sepakat untuk memotivasinya agar menyukai renang. Mula-mula dengan membelikannya kolam renang dari plastik, lalu renang di kolam anak-anak, sampai mulai mau renang bersama saya di kolam dewasa.
Sebagai ibu, tidak tega rasanya melihat anaknya stress seperti itu. Hanya karena inilah satu-satunya cara supaya asmanya sembuh, saya menguatkan hati setiap kali bentuk stresnya muncul. Segala daya saya kerahkan supaya ia mau les setiap minggu, dari memberi semangat sampai janji bermain di tempat kesukaannya setelah selesai renang. Berbulan-bulan kami mengalami up and down dalam les renang. Berkali-kali saya hampir menyerah karena merasa tidak ada gunanya menunggui anak les renang jika hasilnya hanya tangisan muntah. Syukurlah tekad melihat anak ini mandiri, sehat punya semangat juang memampukan saya bertahan menjalani masa-masa tak enak itu.
Di tempat lesnya banyak anak baru juga mengalami hal serupa. Rupanya ini menjadi pemicu baginya untuk menunjukkan jika dirinya sekarang sudah bisa. Sekarang ia sangat menyukai renang. Sekalipun teman akrabnya tak mau renang, ia tetap pergi les. Sekalipun hujan, asalkan gurunya ada di kolam renang, ia pasti bersikeras ingin renang. Lega rasanya berjalan bersamanya mengatasi rintangan berat dalam hidupnya.
PS: Tulisan di atas pernah kita kirimkan ke salah satu lomba ibu anak. Kemarin, kala antar Jessie les, ada anak laki-laki usia 6 tahun baru belajar renang, nangis-nangis juga. Teringat kenangan 2 tahun lalu saat Jessie mulai belajar renang.
Monday, July 21, 2008
Go Blog
Genap Seminggu
Beberapa hari lalu ia kepengen jadi ketua kelas. Kita sih santai aja, kita bilang en jadi warga kelas biasa, jadi nggak terbuang kala belajarnya. Jiwa kompetitornya tinggi rupanya agak menyulitkannya melihat hal ini. Emang dasarnya anaknya suka berpartisipasi, jadi kali dia nggak tahan kalo di kelas dia nggak punya peran. Nurun kita apa bapaknya ya? Ha....ha...ha...
Friday, July 18, 2008
Naik Dingklik
Kita tetep aja nggak puas. Kebetulan Khun nyimpen brosur tukang servis. Langsung kita telepon. Begitu mesin dibuka, bener aja…..tuh tikus masih ada satu di dalam mesin!!!! Hiiii…., akhirnya sama si bapak tukang servis dijepit pake tang terus dibuang. Nah, bagian ini susah, di bawah tabung pengering itulah sarang si tikus! Nggak rugi manggil tukang servis. Dibuka semua sama dia, dibersihin deh mesin cuci itu. Dari bawah tabung banyak banget kotorannya. Pantesan kalo nyuci tuh idungku nggak nyaman banget, kayak bau-bau gimana gitu. Hih, ada-ada aja!
Monday, July 14, 2008
2 jam di Bea Cukai
HOEEEHHHH???!!!
Kaget?
Embwer!
Soalnya blanjaan udah diitung secermat mungkin ndak mungkinlah sampe kena segitu (kalo berdasarkan perhitungan yg bener lho yaa..bukan itungan jadi-jadian...heheheh). Makanya, sebelum kesana, ngumpulin dulu bahan-bahan sanggahan untuk keberatan *halah!*, antara lain:
- print sharing di satu site tentang palak kiriman yg dinyatakan sebagai 'gift'/kado
- print invoice salah satu belanjaan yg dicurigai (diliat dari nominal palaknya kemungkinan $50-$60)
- print daftar bea masuk, yg ada statement "Total Value equal to US$ 50 or less, import duty are exempted" dari http://ems.posindonesia.co.id/custom.html.
Kepake?
Kaga...
Huehehehehehe...
Lha wong daku ngeprint invoice blanjaan yg lain =D
Ternyata sampe sana kirimannya ternyata belanjaan yg dari ebay, harusnya $34.05 (masuk kategori bebas pajak), tapi entah
gimana dari sononya tulisan ga jelas jadinya kebaca $102. Maka jadilah kena palak segitu. Tapi langsung diberesin kok waktu setor print out invoice aslinya. Sip dah.
Naaahhh, sambil nungguin dokumen diberesin inilah gue chit chat sama si Bapak BC. Mayan euy, dapet banyak ilmu. Diantaranya yang berikut ini:
1. Kiriman senilai $50 kebawah, bebas pajak dengan syarat:
a. bobot dibawah 20kg
b. bukan berupa barang banyak dengan nilai kecil. contoh: kancing 2 kerdus gede, tapi $40 =D
c. bukan kiriman yg berturut-turut dengan penerima yang sama. contoh: sehari 2x, seminggu 4 hari, kiriman $30-$40, semua ke Mega, alamat Jl. Ampera (peaceeee nek!! wakakakak). Kasus begini, kiriman yg duluan lolos, tapi yang belakangan kena. Oiya seminggu sekali ngga terhitung berturut-turut =D (katanya si bapak lhooo...)
d. tidak diatasnamakan kantor (PT, CV, dkk).
2. Ngga pernah ada aturan, paket yg dinyatakan as gift/kado itu bebas pajak.
Jadi ada maupun ngga ada invoice/cantuman value barangnya, akan tetap dikenakan pajak sesuai aturan.
3. Ongkos kirim, sebaiknya minta kepada seller untuk tidak ditulis dalam invoice. Karena yang diliat bea cukai adalah total invoicenya. Jadi klo mau menghindari pajak, ato setidaknya mengurangi beban pajak, ongkir ngga udah ditulis. Karena memang sebenernya ongkir ini ngga termasuk yang kena pajak sih.
4. Perhitungan pajaknya:
Contoh: nilai kiriman $70, kurs (biar gampang) $1 = Rp 10.000
Nilai yg terbebani pajak: $70-$50 (yg bebas pajak) = $20 = Rp 200.000,-
Bea Masuk: 10% x 200.000 = 20.000
(maka nilai kiriman jadi 220.000)
PPN: 10% x 220.000 = 22.000
PPh 21: 7,5% x 220.000 = 16.500
Jadi total pajak yg harus dibayar: 20.000 + 22.000 + 16.500 = 58.500
(kadang sama kantor pos ditambah lagi sekitar 10rb ongkos bungkus ulang, maka tarikan jadi 68.500 =D)
Catatan: prosentase bea masuk, ppn dan pph 21 ini adalah untuk kiriman jenis kosmetik yah...detil untuk jenis barang lain diantaranya bisa diliat di http://ems.posindonesia.co.id/custom.html.
5. Barang seken, terutama seken yg masi ada harganya semisal hape, bakalan dinilai 40% dari harga barunya. BC ngga ada perhitungan bahwa barang tersebut harganya beda disononya, ato bahwa barang tersebut hadiah dari sodara di US misalnya.
Contoh: Hape yg harga barunya Rp. 1.000.000,-, sekennya dinilai 40% = Rp. 400.000. Ngga ada pengaruh semisal si sodara nulis value 100 ato 200rb, bakalan tetep dianggep 400rb =D
(beacukai langganan tabloid PULSA untuk memantau harga hape sodara-sodara =D)
Jadi kalo yg nilai sekennya tetep diatas $50, akan dikenakan perhitungan seperti poin 4.
Ya udinda, yang inget baru segitu dulu =D
Semoga membantu mencerahkan *halah!*
Praktek
Singkat kata, tuh katetong jadi! Wah, senengnya…., ini kali pertama kita bikin kue jadi. Bikinan kali ini bener-bener kita nggak mau beli-beli, termasuk beli timbangan kue, jadi kita pake gelas taker ada di rumah. Jadi semua make bahan ada di rumah, secara bukunya juga bikin resep dengan bahan emang hampir selalu tersedia di rumah. Kita hanya beli vanili bubuk kuas mentega. Kala tadi kita ketemu temen-temen di sekolah kita kasih coba beberapa.