Tuesday, July 3, 2012

Souvenir Pernikahan Cantik dan Unik

Mau souvenir pernikahan gelas cantik dengan harga murah, tak perlu bingung, menyediakan aneka sovenir gelas cantik dengan desain sesuai selera konsumen.. tersedia bermacam jenis souvenir pernikahan gelas cantik untuk anda semua.

Perkawinan identik dengan sesuatu yang romantis. Agar menambah romantis, bagaimana jika memilih souvenir pernikahan bertemakan rose atau bunga mawar.

Souvenir-Pernikahan-Romantic-Rose

Bunga mawar memang selalu dijadikan simbol romantis juga rasa cinta. Dan menjadikan mawar sebagai tema tentu memiliki makna tersendiri. Makna di mana sang pengantin ingin berbagi rasa cintanya kepada para tamu juga menunjukkan sisi romantis dan perasaan cinta sang pengantin.

Souvenir-Pernikahan-Romantic-Rose

Anda bisa memilih souvenir pernikahan lilin berbentuk mawar, sabun, notes, tempelan kulkas, sampai tanaman mawar baik itu asli atau palsu. Mawar selain menjadi souvenir pernikahan simbol rasa cinta dan romantis juga cantik dijadikan tanda terima kasih bagi para tamu.

Monday, July 2, 2012

Bau Donggala

Suatu kali kami bertiga kelelahan karena berbagai aktivitas. Kalo udah begini, paling enak direfleksi. Cuma, karena belum m malam, jadi kepikiran m di bakso Pringgading lalu refleksi di Kakiku di ujung jalan. Sementara Jessie papinya makan, kita jalan kaki mendaftar ke tempat refleksi itu.

Lokasi jalannya memang berada di salah satu Pecinan Yogyakarta. Begitu kita jalan, sudah tercium bau hio, semacam dupa untuk sembahyangan orang Tionghoa. Baunya khas membuat ingatanku mela ke rumah mertukita juga pake hio-hio kayak begitu. Lalu di kiri kanan jalan ada orang duduk-duduk ngobrol di depan pintu toko dicet hijau terang seperti rumah-rumah Tionghoa zadul. Suara orang ngobrol bagaikan musik merdu mengiringi perjalananku malam itu.

Tiba-tiba terdengar gelas pecah suara ibu-ibu ngomelin anaknya. Tapi masih kalah sama instrumen Mandarin dari rumah di seberangnya. Jadi kita berjalan sambil mencandra pernak-pernik percik kehidupan di Pecinan. Suara-suara itu silih berganti, jadi jalan sunyi senyap itu seolah ditingkah aneka suara dari dalam rumah...

Di jalan itu ada semacam tanh berpasir tak berpenghuni. Maksudku, di situ nggak ada tenda jualan makanan or rumah. Hanya seng menutupi sebidang tanah. Penerangannya pun remang-remang. Di situlah kita mencium harum rokok lintingan khas pedesaan di Jawa Tengah, semasa kita KKN dulu.

Kalo nggak jalan kaki gini, semua cita rasa udara tak tercium. Ingatanku langsung menuju Donggala, tempat mertuaku. Di sana juga situasinya persis seperti ini. Mungkin karena jarang ada kegiatan malam hari. Jadi sesudah tutup toko, mandi, lalu mulailah acara kongkow-kongkow sampe malam di depan toko. Kadang anak-anak berlari-lari di jalan belum teraspal sempurna. Jika bulan terang benderang, anak-anak bernyanyi-nyanyi di jalan sementara orang tuabercengkerama sambil menumpangkan satu kaki di atas kaki lainnya, or sambil bisik-bisik.

Paling nggak malam itu kita menyicipi suasana Donggal telah lama tak kulihat...

Sunday, July 1, 2012

Diglot

Ulang tahun kali ini ada hadiah istimewa dari sahabat keluarga kami, sebuah Alkitab diglot. Kado ini se mengukuhkan keseriusanku untuk memelajari teologi.

Jangankan orang lain, bapakku aja bingung kala kita beritahu jika sekarang kita kuliah teologi. "Emang mau jadi pendeta, kuliah koq teologi?" Nadanya biasa lah, agak-agak bernuansa kolong walau udah purna bakti sekian tahun lalu.

Pertanyaan kenapa itu terus mengikutiku setelah kita mendengar khotbah Pdt. Rudy Budiman di GKI Taman Cibunut, hampir seperempat abad silam. Kala kita cerita ke Papa kalo mau masuk teologi, Papa nggak bisa tidur. Dia berpendapat teologi itu ilmu abstrak nggak bisa buat hidup. Lalu kita disarankan masuk ke fakultas agak-agak mirip teologi. Jadilah kita ke psikologi.

Tahun-tahun berlalu, tapi keinginan itu terus bercokol di dalam hati. Sampai, kita berani menuliskan resolusi tahun 2006 untuk sekolah theologia. Tapi, setelah menulis resolusi itu, hambatannya makin menjadi-jadi, mulai dari biaya, waktu, multiple task sampai niat.

Tahun ini, kita dapat cukup banyak dividen usaha, cukup untuk biaya kuliah satu matkul satu semester. Cepet-cepet deh kita mendaftarkan diri melunasinya. Biasa ibu-ibu, ada uang sedikit larinya ke seprei apa kuali, ha...ha...ha...! Jadilah kita kuliah lagi.

Nah, di ulang tahunku ke 43 ini kita dihadiahkan Alkitab dwi bahasa: Indonesia - Ibrani. Bacanya aja kayak buku Jepang, dari belakang. Lalu bahasa Ibrani dibaca dari kanan ke kiri, seperti bahasa Arab. Cuman kita belum ambil tuh matkul Ibrani, paling kita deketin dulu aja dosennya, supaya dikasih kunci-kunci untuk mengetahui huruf tulisannya.

Resolusi 2006 terwujudkan di 2009. Sekarang, kita mau bertekad ah supaya selesai di tahun 2016, pas di ultahku ke-50. Semoga dikabulkan ya?

Saturday, June 30, 2012

Contoh Model souvenir pernikahan

Contoh model souvenir pernikahan, kali ini akan kita bahas bagaimana memilih souvenir pernikahan sebaiknya. Persiapan pernikahan sangatlah banyak jadi jangan sampai tenaga dan pemikiran anda sebagai mempelai terkuras hanya mengurus satu perkara saja. sebaiknya proporsionallah dalam mengurus semua perlengkapan nikah tersebut.

Disetiap acara perkawinan kita selalu melihat souvenir pernikahan yang dibagikan secara gratis :D (suka gratisan ya), itu memeang sudah lazim di zaman sekarang ini. Jadi bila anda juga ingin melangsungkan perhelatan sebaiknya juga meikirkan serta mengancang-ancang sovenir pernikahan yang akan dibagikan di pesta anda nanti.

perhatikan beberapa hal dibawah ini menyangkut souvenir pernikahan:
1. Budget pesta
jangan sampai budget pesta terkuras 10 % hanya untuk souvenir yang bukan merupakan esensial dalam pernikaha. Cukuplah 2 - 5 % dari budget biaya nikah.

2. Buat benda berguna/ manfaat
terkadang souvenir pernikahan terlalu bertele-tele, gak ada gunanya sehingga banyak tamu setelah menerima souvenir pernikahan langsung membuangnya ke tong sampah. tapi coba jika kita membagikan sesuatu yang bermanfaat pastinya selalu disimpan contoh model nya: pembuka botol, bross jilbab, sendok garpu dan sebagainya.

3. Jangan bagikan benda berbahaya untuk anak-anak
sebagian besar tamu undangan akan membawa anak mereka, jadi usahakan souvenir tidak terbuat dari bahan yang mudah pecah.

selamat memilih , semoga bahagia.

dibawah ini contoh model souvenir perkawinan
souvenir pernikahan murah

Model Undangan Pernikahan

Merancang model undangan pernikahan tidak terlalu sulit anda bisa melakukannya sendiri tanpa harus pergi ke design grafis. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat design undangan acara pesta pernikahan:

1. Agama mempelai
Sesuaikanlah Cover undangan seta kata-kata mutiara yang terkandung didalamnya dengan agama mempelai

2. Suku mempelai.
Undangan umumnya akan mencerminkan dengan adat apa seseorang akan melangsungkan pernikahan. jadi bila dia suku minang sebaiknya gambar rumah gadang atau cirikhas minang yang lain, bila suku batak, karo, mungkin gambar ulos di undangan akan mewakili.

3. Pekerjaan mempelai.
Bila mempelai seorang businessman, mungkin di cover dibuat sesuatu yang mencerminkan seorang businessman, bila dia PNS maka undangannya juga bisa dibuat mencerminkan pekerjaan mempelai tersebut

4. Form nama tamu undangan
usahakan form nama undangan cukup untuk menuliskan 60 karakter huruf, dan di akhir form sebaiknya buat kata2 maaf jika penulisan nama salah.

di bawah ini ada beberapa model undangan pernikahan yang bisa menjadi referensi untuk anda.




Hawa Liburan

Di hari pertama Desember ini, hawa liburan mulai menguar di rumah kami. Rasanya hari-hari penuh kerja keras di 2009 sebentar lagi berakhir. Tinggal 30 hari lagi tahun ini pun selesai. Tahun dimulai dengan berbagai kekhawatiran harapan, telah terlewati dengan baik.

Dari bangun pagi tadi pk 03.00, semangat belajar Jessie tinggi sekali. Mungkin tiap lima menit minta istirahat, tapi pagi ini belajar sejam terlewati tanpa terasa. Istirahat lima menit, langsung dijalani lagi hingga pk 05.00. Kita aja mungkin bete nemenin dia belajar, pagi ini mau tak mau terkagum-kagum melihat semangatnya, jadi ikut semangat.

Kala kita tanya koq dia seneng sekali, Jessie langsung jawab begini, "Soalnya ini udah Desember, Mom, Jessie pengen cepet-cepet liburan. Tapi sebelum itu Jessie mau belajar rajin-rajin supaya nilai UAS nggak ada di bawah 90." Nah...., malah kita tertegun, malah memecut semangatku juga untuk memberikan etrbaik di paper terakhirku.

Hawa liburan emang terasa banget, semua jadi ringan riang....

Prit....! Goceng, Bu.

Jarang sekali kita berada di Yogya di saat liburan. Mungkin kita pulng ke Kediri or bermain ke Surabaya, or ke Jakarta. Hanya karena orangtukita sudah hengkang dari Kediri, lalu berita rawannya kemacetan di arus menghilir or pun memudik, kami sekeluarga berketetapan menikmati libur panjang tahun ini di kota tercinta. Kebetulan juga ada teman dulu se-kost kala mahasiswa datang pra-reuni perak psi 85. Jadi, kami mantap betul stay in Yogya.

Kalo orang tinggal di kota tujuan wisata, musti lega lilo a.k.a. berlapang dada melihat kemacetan di mana-mana. Ya iyalah macet. Kota dengan kapasitas 3 juta penduduk ketublekan orang segitu banyaknya, ya pasti mbludag, terutama di pusat-pusat keramaian seperti Jl. Malioboro or Amplaz (Ambarukmo Plaza).

Suatu kali kami terpaksa mendatangi Jl. Malioboro karena teman ingin m Chinese Food. Nah, resto Chinese Food paling oke buat kita sih ada di Danurejan, jalan itu hanya bisa dicapai melalui Malioboro. Bener aja, mendekati hotel Inna Garuda, kemacetan sudah terlihat. Mobil berjalan perlahan di sepanjang Malioboro. Lalu kami parkir di dekat resto itu.

Begitu turun, kita didekati tukang parkir, "Bu, parkirnya sekalian, siapa tahu Ibu mau berjalan-jalan di sinii." Spontan kita mengeluarkan uang Rp 1.000, tetapi dengan cengangas-cengenges tukang parkir berlengan buntung itu berkata, "Goceng, Bu." Dengan mangkel kita menyerahkan uang Rp 5.000 sambil berujar, "Pripun tho Mas, saya kan penduduk sini." Si tukang parkir hanya menjawab, "Ehm...ehm...ehm," sementara teman-temannya di belakang ketawa-ketiwi mengejek temannya kena batunya itu.

Kita tak memperpanjang soal goceng ini karena nggak mau selera makanku rusak. Mangkelku bertahan berhari-hari, karena mendapatkan uang parkir berlebih ini bukan tukang parkir mungkin bertugas di sana, tetapi tukang parkir liar. Ngono ya ngono, ning ojo ngono, wuaahhh!

Sekali lagi kita alami kala nganter ke Mirbat. Kali ini kita sudah merel seandainya harus bayar parkir Rp 5.000, karena di mana-mana parkir penuh kita diberi tempat parkir cukup elit, di halaman kantor dekat GPiB. Kala pulang kita bergurau dengan pak parkir, "Wah, jenengan untung kathah nggih, Pak." Dengan senyum lebar ia menjawab, "Nggih, Bu. Setahun pisan."

Senin lalu, muncul keluhan soal parkir ini di Kompas Jogja. Ternyata bukan hanya kita tho mengeluhkan hal ini. Pikirku harusnya kita terima saja diperlakukan sewenang-wenang oleh tukang parkir karena itu event besar di Yogya. Kan nggak setiap kala penduduk Yogya mendadak beralih jadi tukang parkir mendapatkan uang tambahan? Nah, menurut Lembaga Konsumen, harusnya hal itu diadukan. Tapi, kita kembali ke sikap praktisku, gituan koq dilaporin buang-buang kala aja. Kalo mau ditertibkan, ya sejak awal diberi penyuluhan lalu patroli dijalankan.

Susah emang ngurus negara eh kota, ha...ha...ha...

Search This Blog